1 Raja-raja 18:42 (TB) Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
Setelah peperangan hebat dengan nabi-nabi Baal, api Tuhan turun dari langit menyambar habis korban bakaran yang disiram dengan air, dan Elia membinasakan semua nabi-nabi Baal, maka Ahab pergi makan dan minum tetapi Elia naik kepuncak gunung Karmel, tempat yang tinggi.
Untuk melakukan doa-doanya sebab Israel sudah mengalami masa kekeringan selama tiga setengah tahun, tentunya situasi ini akan membuat keadaan makin menderita, makin sengsara dan terjadi kesusahan yang berkepanjangan dan kegagalan panen akan memperburuk keadaan.
Untuk mengubah keadaan yang ada maka Elia berdoa dengan cara membungkuk dan menaruh mukanya diantara kedua lututnya, sikap doa yang hanya fokus kepada Tuhan, hanya meminta kepada Tuhan, menghidupkan iman melalui do’anya, bahwa Tuhan mampu mengubah masa kekeringan dan kemarau panjang menjadi masa yang dipenuhi hujan lebat dan menjadi kesuburan.
Apakah kita masih yakin, percaya dan ber pengharapan bahwa melalui doa, menggunakan lutut untuk berlutut dan menaruh muka diantara kedua lutut, doa kita besar kuasanya yang menggerakkan hati Tuhan untuk untuk mengubah kekeringan menjadi kesuburan dan kemakmuran.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya
Mujizat Tuhan Masih Ada