Mujizat lima roti dua ekor ikan, menjadi ikonik bahwa Tuhan sanggup melakukan keajaiban untuk memenuhi kebutuhan memberi makan lima ribu laki-laki dengan sisa dua belas bakul, dan semua laki-laki makan sampai kenyang, cara Tuhan memenuhi kebutuhan sampai melimpah.
Tidak peduli dari mana sumber lima roti dan dua ikan, walaupun dari anak remaja, yang dengan kerelaan memberikan atau mempersembahkan bagiannya dan diberikan kepada murid Yesus, sementara murid Yesus, menakar bahwa lima roti dan dua ikan tidak cukup, sangat kurang bagi lima ribu laki-laki.
Bagi Tuhan ditengah tekanan dan desakan kebutuhan akan makan yang sedang berlangsung harus dicari pemecahannya dan solusi yang terbaik, siapapun yang merasa yang ada padanya tidak berarti, tidak berharga, tidak cukup, tidak akan sanggup menurut diri kita, hanya sekedar lima roti dan dua ikan yang hanya cukup bagi seseorang bukan untuk lima ribu laki-laki.
Bagi Yesus yang ada pada kita sudah cukup dijadikan langkah awal untuk masuk kedalam mujizatNya, seperti minyak dalam buli yang dituangkan dalam bejana, seperti air dalam bejana yang diubah menjadi anggur, seperti tepung dalam tempayan yang sekali olah habis, sudah cukup bagi Tuhan untuk dijadikan solusi mengatasi kebutuhan yang sedang berlangsung.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada