Tuhan Yesus berbicara dan mengajar dengan menggunakan perumpamaan yang disampaikan berbicara tentang hal sehari-hari yang sudah dipahami oleh orang Yahudi pada zaman itu dengan menggunakan perumpamaan, ajaran Tuhan Yesus dapat dengan mudah dipahami oleh banyak orang, perumpamaan tentang seorang penabur mencerminkan kehidupan masyarakat agraris atau suka bercocok tanam pada masa itu, seorang penabur biasanya akan menaruh benih di sebuah kantong dan ia akan mengambil segenggam sambil berjalan melintasi ladang, ia akan melemparkan benih itu ke sisi kiri dan sisi kanan ladang yang dilintasinya.
Benih yang dilemparkan oleh penabur itu bisa jatuh di pinggir jalan, tanah berbatu, tempat penuh semak duri, atau tempat subur, arti dari perumpamaan ini, Sang Penabur adalah Yesus sendiri, dan benih yang ditabur adalah firman Tuhan yang diajarkan-Nya, dan hasil dari pemberitaan firman Tuhan dijelaskan melalui empat jenis benih yang jatuh di tempat yang berbeda-beda.
Ada orang yang menolak firman Tuhan sehingga tidak bertumbuh, ada yang tidak berakar mendalam sehingga tidak tahan menghadapi tantangan hidup, ada yang tidak menjadikan firman Tuhan sebagai prinsip hidup sehingga selalu khawatir tentang hidupnya, ada yang punya hati yang terbuka, tekun, dan tidak mudah menyerah sehingga hidupnya senantiasa berada dalam penyertaan Tuhan.
Ini yang menyebabkan kita menjadikan benih yang ditabur menghasilkan berkat Tuhan yang banyak, seratus kali, enam puluh kali, dan tiga puluh kali, baik berkat-berkat secara rohani, iman yang berbuah banyak berkat dari firman, juga berkat-berkat jasmani karena kehidupan yang di tuntun, dikuasai, dipenuhi serta dijalani sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada