Yesaya 38:2-3 (TB) Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
Ia berkata: “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

Setelah mendapatkan pesan dari Yesaya tentang keberadaan Hizkia yang sebentar lagi akan meninggal, sehingga diminta untuk segera menuliskan pesan kepada saudaranya, sebelum mengalami kematian, maka sikap hati dan respon Hizkia terhadap kenyataan itu tidak putus asa dan marah sama Tuhan.

Justru Hizkia memilih untuk mengarahkan mata rohani terfokus kepada Tuhan dengan mengarahkan ke dinding serta memohon agar dapat mengalami perubahan atas dirinya, untuk tidak terlalu cepat menghadap Allah, meminta perpanjangan usia melalui doa dan doa itulah kekuatanmu.

Kehidupan yang di lakukan dengan setia kepada firman Tuhan, sikap tulus hati dalam meresponi keadaan, serta telah melakukan apa yang baik dalam banyak hal diutarakan dalam do’anya, dengan kesungguhan hati dan tetesan air mata untuk menyirami benih dari kata-kata doa.

Tuhan mendengar, memperhatikan dan menunjukkan kasih-Nya yang membuat Yesaya kembali lagi kepada Hizkia untuk menyampaikan pesan Tuhan, bahwa usianya di perpanjang lima belas tahun, keajaiban yang hidup, bagi kita doa itu kekuatanmu dalam menghadapi masa-masa yang sulit.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada