Yesaya 38:1-2 (TB) Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”
Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.

Setiap orang, tua maupun muda, laki-laki atau perempuan, kaya atau miskin, pelayan Tuhan atau bukan, pada suatu saat harus mengalami kematian, Raja Hizkia gelisah, bahkan amat ketakutan, apalagi melalui Yesaya, Allah memperingatkan kepadanya, bahwa penyakit yang dideritanya tidak tak akan sembuh, bahkan akan segera membawanya kepada kematian.

Dengan putus asa, Hizkia berpaling kepada Allah menangis dengan amat sangat, memohon kepada Tuhan, berseru dan meminta kepada Tuhan, sekalipun semasa hidup orang-orang telah berusaha berbuat kebajikan dalam hidupnya, tetapi tetap kematian itu dianggap sangat mengerikan karena ternyata kebajikannya tidak dapat menutupi perbuatan dosa di hadapan Allah.

Allah mendengar seruan Hizkia melalui do’anya, doa yang dinaikkan dengan sepenuh hati, mendapatkan respon dan jawaban dari Tuhan, bahwa Tuhan memperpanjang usianya sampai lima belas tahun lagi, untuk dapat hidup dalam perkenanan Tuhan.

Bagaimana dengan diri kita yang sedang menghadapi keadaan yang menakutkan, seperti Hizkia, apakah menyerah, putus asa, mari bangkit dalam doa, berlutut di hadapan Allah, Dia mendengar, Dia mengetahui bahkan Dia menjawab yang terbaik bagi setiap kita.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada