Mazmur (42-2) Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.
Daud memberitahukan dirinya kepada kita melalui Mazmur ini, bahkan ketika beribadah kepada Tuhan bukan hanya sekedar fisiknya yang berada dalam pelataran Bait-Nya, tetapi yang terdalam dari batin dan jiwanya diungkapkan, bahwa dirinya haus dan rindu akan Allah.
Kehausan dan kerinduan yang hanya dapat dirasakan secara pribadi dihadapan Tuhan, ketika dalam ibadah maka posisi seperti ini yang membawa diri kita memiliki hasrat yang kuat akan hadirat Allah, hanya hati dan jiwa yang haus yang akan mendorong dirinya untuk sampai kepada perjumpaan pribadi dengan Allah.
Tanpa kehausan dan kerinduan akan Allah maka ibadah kita, pelayanan kita hanya sebatas kewajiban, rutinitas, dan formalitas, tanpa dasar yang mendalam, motivasi yang kuat untuk merindukan Allah, kehausan mendorong diri kita untuk mencari sumber mata air yaitu Allah sendiri.
Temukan dan dapatkan perjumpaan pribadi, setiap waktu kehausan dan kerinduan harus tetap menyala dalam jiwa kita, hadirat Allah menjadi kesukaan dari segala yang kita rindukan, mengejar hadirat Allah menjadi kesukaan dan keinginan yang terbesar atas hidup kita.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada