Lukas 1:37 (TB) Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Memenuhi kehendak sendiri lebih mudah daripada memenuhi kehendak Allah, karena kehendak Allah sering sulit dimengerti dan dilakukan, apalagi bila kehendak Allah itu merupakan perkara yang sulit dan penuh risiko, seperti yang dialami Maria ibu Yesus.

Malaikat Gabriel diutus untuk menyampaikan berita keajaiban kepada Maria, seorang perawan muda dari keturunan Daud, Allah berkenan menyatakan kasih karunia-Nya kepada Maria yang tidak terpandang dari antara semua gadis Yahudi dan berasal dari Nazaret, yang tidak berarti bagi orang Yahudi, Maria dipilih untuk menjadi ibu Mesias yang akan melahirkan Yesus, yang nama-Nya berarti Allah adalah keselamatan, Dialah Anak Allah yang Mahatinggi.

Ia adalah manusia sejati dan sekaligus Allah sejati, Ia juga akan menjadi Raja, yang mewarisi takhta Daud dan akan berkuasa atas seluruh umat Israel sampai selama-lamanya, Maria merasa khawatir karena kehamilan di luar nikah merupakan pelanggaran Taurat yang berat bagi orang Yahudi yang sangat ketat dan dosa ini akan diganjar dengan hukuman mati, tetapi bahwa hal itu terjadi karena pekerjaan Roh Kudus yang ajaib dalam menaunginya sehingga rahimnya menjadi tempat kudus bagi Anak Allah, hal ini tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Marilah kita berkata seperti Maria, jadilah padaku menurut perkataanmu itu, ketika Tuhan memilih kita untuk melakukan keajaiban, kemustahilan-Nya, kehendak-Nya yang sulit serta penuh risiko dan penderitaan, Allah berkenan memilih kita tentu karena mempunyai rencana yang indah di dalamnya, maka terimalah dengan sukacita, penuh penyerahan, dan ketaatan, bagi Allah tidak ada yang mustahil untuk dikerjakan bagi kita.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada