Filipi 2:3-4 (TB) dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

Paulus melihat adanya ancaman internal yang berpotensi mengoyak kesatuan jemaat Filipi, yaitu sikap yang mementingkan diri sendiri sehingga menganggap orang lain tidak penting, sikap ini merupakan wujud kesombongan karena menganggap diri lebih baik dan lebih hebat daripada orang lain, sikap sombong ini dapat menghancurkan hubungan antar pribadi dan berpotensi menghambat kemajuan dalam komunitas orang percaya pada jemaat Filipi.

Orang dengan sikap seperti ini senang mendapatkan pujian bagi dirinya sendiri, ia menganggap dirinya yang paling hebat dan menginginkan orang lain pun menganggap dia demikian, orang seperti ini biasanya sulit untuk bekerja sama dengan orang lain, bagi orang tersebut keutuhan komunitas bukanlah prioritasnya.

Menanggapi ancaman tersebut, maka Paulus mengajak segenap jemaat Filipi untuk menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat di dalam Kristus Yesus, Yesus sendiri rela melepaskan identitas dengan segala hak-Nya walaupun Ia adalah Allah dan Ia rela mengosongkan diri-Nya supaya orang berdosa dapat diselamatkan serta Yesus mengabaikan kemuliaan diri-Nya dengan membiarkan diri dihina, direndahkan, disiksa, bahkan dibunuh, teladan bagaimana Yesus telah merendahkan diri-Nya.

Merendahkan diri memang bukan perkara mudah, sebab itu kita perlu melatih diri untuk bersikap demikian dalam relasi kita dengan sesama, khususnya di antara orang percaya hal itu bisa ditunjukkan dengan kesediaan mengalah saat berbeda pendapat untuk hal-hal yang tidak prinsipiel, dalam kehidupan berjemaat pun kiranya kita belajar untuk tidak menonjolkan diri sendiri saja, tetapi juga memberi kesempatan kepada kepentingan orang lain.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada