Ayub 1:22 (TB) Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Dalam ayat ini, Ayub sudah sampai pada posisi, sepuluh anaknya meninggal mendadak, dalam waktu sekejap rumah roboh dengan bersamaan dan tanpa ada pemberitahuan kehilangan semua anaknya, juga harta kekayaan ternaknya yang jumlahnya ribuan di rampok dan kena musibah api dari langit, habis tanpa bekas dalam waktu bersamaan.

Seolah Tuhan diam dan runtuh segalanya dan membiarkan yang buruk, nggak sesuai doa yang dimohonkan, tanpa pemberitahuan dan penjelasan, bahkan terkadang sama sekali tidak mengerti, semua nya terjadi begitu cepat, seolah tak terkendali, bertubi-tubi mendera dan menimpa atas hidup.

Tuhan sedang menantikan dan melihat respon dalam hati, bertahan hidup benar, sesuai firman perkataan dan perbuatan diri kita, atas semua yang Tuhan ijinkan, ketenangan, kelembutan hati, sikap dan respon yang benar, lahir dari keintiman dan penyembahan kepada Allah, kekuatan dan keteguhan hati, muncul dari keyakinan dan kepercayaan kepada rencana Tuhan yang lebih baik.

Tuhan tidak pernah meninggalkan diri kita, tetap bersikap benar dan percaya Tuhan tetap setia menemani, menyertai dan memberi kekuatan, Tuhan pasti bertindak dan mampu membalikkan keadaan sesuai janji dan kebenaran-Nya, bersabarlah, bertekunlah mencari Tuhan dan tetap hidup dalam kebenaran bukan dosa, akhir dari ujian akan membawa pemulihan dan penggenapan janji Allah.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada