Yakobus 1:22-23 (TB) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
Firman Tuhan yang dibaca, didengar, di ketahui, di pahami, di renungkan untuk di hidupi, dilakukan, di kerjakan, di buat menguasai hati, pikiran, jiwa dan seluruh perbuatan, sehingga hidupku bukannya keinginan dan kehendakku tetapi hanya untuk Kristus dan firman-Nya.
Jika tidak demikian maka diri kita akan terjebak dalam penipuan atas kebenaran, memang ada kalanya jatuh dan bangun lagi, belum seperti apa yang dikehendaki oleh Firman Tuhan, tetapi tidak ada kata menyerah untuk terus berjuang meminta kekuatan Roh Kudus dalam menghidupi Firman untuk menyenangkan hati Tuhan.
Jangan sampai ayat Firman itu menjadi metafora cermin kehidupan yang tak berguna, sebab setelah membaca dan merenungkan kita berhenti dan tidak menindaklanjuti dengan melangkah melakukannya dengan sepenuh hati, selesai bercermin maka selesai tanpa ada perubahan.
Tidak ada kompromi lagi, terus belajar, memiliki tekad yang kuat, berjuang kembali untuk bangkit dan memposisikan diri menghidupi dan melakukan kehendak Tuhan Yesus, melalui perintah Firman-Nya, maka kita akan seperti pohon ditanam di tepi sungai yang terus menerus mendapatkan dan menghasilkan buah.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada