Yeremia 18:4 (TB) Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.

Metafora yang indah dan praktis dimana Tuhan menyuruh Yeremia ke tempat pembuatan bejana, setiap bejana yang tidak sesuai menurut pandangan penjunannya maka tanpa ragu dan dengan cekatan maka bejana itu akan diremukkan, dihancurkan dan dibentuk ulang lagi.

Demikian juga bangsa Israel di zaman Yeremia dihadapan Tuhan, yang telah menyimpang, hidup semaunya sendiri, meninggalkan Tuhan, tidak setia beribadah dan menyembah Tuhan, bagaikan bejana di tangan penjunan yang akan dihancurkan.

Terkadang kita juga seperti bejana tanah liat di tangan penjunan yaitu Allah sendiri, kehidupan kita yang belum sesuai dengan kebenaran, perintah Tuhan, karakter Kristus dan hidup dalam kasih, menjadi bejana yang belum sesuai dengan hati penjunannya, maka tidak ada cara lain akan dihancurkan, bahkan diremukkan.

Dengan tujuan untuk dipakai menajdi alat kemuliaan-Nya, yang sesuai, seturut dengan kehendak-Nya, oleh itu kita harus siap dibentuk, bahkan diremukkan agar dapat dipakai menjadi menjadi alat mulia Tuhan, dalam menuntaskan Amanat Agung-Nya, semua hanya bagi kemuliaan Tuhan Yesus.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada