Mazmur 84-3 Jiwaku hancur karena merindukan pelataran-pelataran TUHAN; hatiku dan dagingku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.
Seseorang yang sedang ada dalam kerinduan yang kuat akan Allah, ditandai dengan meningkatnya keinginan untuk berdoa dan bersekutu dengan Tuhan, orang yang rindu akan Yesus akan merasakan dorongan kuat untuk menghabiskan waktu berkualitas dalam doa, baik dalam keheningan pribadi maupun dalam persekutuan bersama Allah, doa bukan lagi sekadar kewajiban, melainkan ekspresi alami dari hati yang mencari komunikasi intim dengan-Nya dipelataran-Nya.
Kerinduan mendalam akan Firman Tuhan, ada rasa lapar dan haus spiritual yang mendorong seseorang untuk terus menggali, membaca, merenungkan, dan mempelajari Firman Tuhan menjadi prioritas, karena di dalamnya ditemukan petunjuk, penghiburan, dan pengenalan akan karakter Yesus.
Hati yang membenci dosa dan mencari kekudusan
serta semakin seseorang rindu akan Yesus, semakin ia menyadari kontras antara kekudusan-Nya dan keberdosaan diri sendiri, ini memicu keinginan tulus untuk menjauhi dosa, bertobat, dan hidup dalam kekudusan yang menyenangkan hati Tuhan.
Hidup yang berorientasi pada pelayanan dan kasih
akan Yesus termanifestasi dalam tindakan nyata kasih kepada sesama, terdorong untuk melayani orang lain dengan tulus, mencerminkan kasih Kristus yang rela berkorban, meskipun menikmati berkat kehidupan di dunia, ada kesadaran bahwa kepuasan sejati hanya ditemukan di dalam Kristus, hati tetap gelisah dan rindu akan janji kedatangan-Nya kembali, menyadari bahwa dunia ini bukan rumah yang kekal.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada