Efesus 2:4-5 (TB) Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita oleh kasih karunia kamu diselamatkan.
Allah sendirilah yang mengadakan perubahan yang besar dan menggembirakan ini, karena kasih-Nya yang besar itu menjadi sumber dan mata air dari perubahan diri kita, dan dari sinilahlah maka Allah, memutuskan untuk menunjukkan rahmat-Nya, kasihlah yang menyebabkan Dia berbuat kebaikan terhadap kita yang dipandang hanya sebagai makhluk ciptaan, sedangkan rahmat memandang kita sebagai makhluk yang penuh dosa, murtad dan malang.
Kasih Allah yang kekal serta kehendak-Nya yang baik terhadap ciptaan-Nya merupakan mata air yang darinya semua rahmat-Nya mengalir kepada kita, maka kasih Allah merupakan kasih yang besar, dan rahmat-Nya adalah rahmat yang melimpah, begitu besar tidak terlukiskan, dan begitu melimpah tidak habis-habisnya.
Kita yang telah mati karena dosa dihidupkan dan diselamatkan dari kematian dosa, suatu pegangan dasar hidup rohani ditanamkan di dalam diri kita, bahwa kasih karunia yang diberikan di dalam jiwa seseorang adalah kehidupan baru di dalam jiwa tersebut, sebagaimana maut menutupi indra, menyumbat seluruh kekuatan dan daya maka begitu juga keadaan berdosa menutupi kita dari segala sesuatu yang baik.
Kasih karunia membuka dan melepaskan segala sesuatu, serta melapangkan jiwa, seorang berdosa yang telah diperbarui menjadi jiwa yang hidup, maka kita menjalani hidup yang dikuduskan, setelah ia lahir dari Allah, biarlah setiap pagi kasih Tuhan dan rahmat-Nya selalu melimpah-limpah tercurah dalam diri kita.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada