Matius 4:1-2 (TB) Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus.

Ini merupakan penjelasan tentang yang dilakukan Yesus sebelum masuk dalam dimensi baru yaitu pelayanan, Yesus melakukan puasa dengan sepenuh hati, jiwa dan hidupnya berkorban bagi suatu ppelayanan, terobosan kerohanian, ketaatan dan pemenangan bagi jiwa-jiwa yang dikuasai oleh kegelapan dibawa kepada terang Allah.

Kata puasa dari bahasa aslinya memberikan pengertian menutup diri, menahan diri, merendahkan diri, menekan, menundukkan diri untuk tidak makan dan minum, mengalahkan nafsu makan dan daging, membatasi diri pada konsumsi makanan serta kenyamanan hidup, mengambil penderitaan untuk bisa memiliki kekuatan menahan diri.

Ini juga memupuk kesalehan, kemurnian hati, kesederhanaan diri dari pengaruh duniawi, ketaatan pada kehendak Allah bukan pada kehendak pribadi, mencari kepentingan Tuhan dan rencana Tuhan yang besar melalui hidup kita, dengan mempersembahkan diri sebagai persembahan hidup yang berkenan.

Lakukan displin rohani ini, untuk menolong diri kita tetap pada kasih yang semula, cinta mati-matian pada Tuhan, tidak kompromi dengan dosa, dan berjalan dalam kehendak Tuhan, berdoa dengan sepenuh hati, masuk dalam level rohani dan kepekaan yang lebih tinggi, merenungkan kehidupan yang sebenarnya dihadapan Tuhan Yesus.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Pasti Terjadi