2 Raja-raja 5:3 (TB) Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”
Gadis Israel yang memiliki kesaksian tentang Allahnya, menyebabkan keberaniannya mengatakan kepada tuannya Naaman, karena
iman yang tulus, meskipun ia hidup sebagai budak di negeri asing yang menyembah dewa-dewa lain, ia tetap teguh memercayai kuasa Tuhan Israel yang hidup, imannya tidak goyah oleh keadaan sulit yang dialaminya.
Keyakinan akan kuasa Allah dan nabi-Nya yang ia tahu, melalui pengalamannya di Israel, bahwa Allah Israel sanggup melakukan mukjizat, termasuk menyembuhkan penyakit yang dianggap mustahil disembuhkan pada zaman itu, meskipun Naaman adalah bagian dari pasukan yang menawan dirinya dari tanah airnya, gadis kecil itu menunjukkan belas kasihan terhadap penderitaan tuannya dan istrinya.
Keinginannya untuk membantu didorong oleh kasih, bukan dendam, keberanian moral, sebagai seorang budak, ia berada di posisi yang sangat rendah dalam hierarki rumah tangga dan masyarakat Aram, berbicara kepada nyonyanya, apalagi tentang solusi yang melibatkan Allah yang berbeda, membutuhkan keberanian luar biasa dan gadis ini tidak takut untuk menyampaikan kebenaran tentang Allahnya.
Didikan iman dan keyakinan yang baik, yang mengajarkan tentang perbuatan-perbuatan besar Allah, memberinya dasar iman yang kuat sejak dini, untuk menyaksikan kehebatan, kuasa, kedahsyatan dan mujizat Allahnya.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada