Lukas 14:26 (TB) “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Fokus hidup berubah, seorang murid memiliki fokus hidup kepada Allah, kasih dan kecintaan terhadap keluarga memang sangat penting, namun kasih dan kecintaan terhadap Tuhan, yang memberi kita keluarga, hidup, nafas dan nyawa adalah yang terutama, hidup bukan lagi menjadi milik kita seutuhnya tetapi untuk memuliakan Allah.

Kata membenci dalam ayat ini berarti kurang mengasihi sebab jika kita membaca pada teks yang lain maka Yesus menuntut agar kesetiaan dan kasih kita kepada-Nya lebih besar daripada setiap hubungan kasih sayang nyawa dan diri bahkan yang lain, sekalipun kepada keluarga kita sendiri.

Kasih kepada Kristus harus lebih besar dari pada diri sendiri bahkan nyawa dirinya, sebuah kedalaman kasih yang harus terus menerus dipupuk dan dibangun dalam jiwa kita, sepanjang masa kasih Kristus harus dalam prioritas yang utama diatas segalanya.

Inilah proses menjadi murid ditengah keadaan, badai hidup, kesusahan dan penderitaan, kasih kepada Yesus Kristus tidak akan berkurang, surut atau memudar, tetapi semakin kokoh, kuat, bertambah, dan berkualitas sebagai seorang murid.

Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Pasti Terjadi