Roma 4:17 (TB) seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” — di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
Terkadang kita terpengaruh dengan situasi dan realita yang ada, melihat jalan yang sempit bahkan tidak ada jalan, hanya tembok besar yang tampak di hadapan mata, seolah semua tertutup dan tidak ada pengharapan serta kemungkinan apapun dalam diri kita.
Abraham kokoh dalam pengharapan dan keyakinan sekalipun menunggu waktu yang panjang, kondisi sudah sangat tidak memungkinkan, harapannya tidak pupus, terputus dan memudar ataupun hilang, Abraham tetap percaya akan janji Allah, Dia berkuasa dan dahsyat melakukan perkara keajaiban.
Fokusnya tertuju pada Allahnya, bukan dirinya, fisiknya, keadaannya, situasinya bahkan masalahnya, imannya tidak dihancurkan dan dirobohkan oleh keadaan dan tekanannya, Abraham meyakini dan percaya bahwa Allahnya mampu menghidupkan orang yang sudah mati.
Allah kita mampu menjadikan, membuat janjinya dan menyediakan segala yang dibutuhkan dari yang tidak ada menjadi ada, Tuhan hidup dan berkuasa, dan hal ini terjadi pada Abraham atas kegenapan janji firman-Nya, demikian juga dengan kita yang percaya pada Tuhan Yesus, Dia sanggup membuat dari yang tidak ada menjadi ada.
Tetap Setia Menyembah
Tetap Percaya dan Berdoa
Mujizat Masih Ada